Jumat, 06 April 2018

Mengapa tidak bisa menjalankan file crack di Windows 10

Ilustrasi Windows 10


Beberapa teman penulis mengalami tidak bisa ketika menjalankan/mengekstrak file ZIP atau RAR yang berisi crack/patch/keygen/keymaker di Windows 10. Penulis mencoba mencari-cari dari internet tapi tidak ketemu solusinya. Penulis hanya menemukan bahwa Windows 10 memang memiliki mekanisme untuk memblokir pirated software atau program crack dan mekanisme itu aktif dari pertama kali diinstall. Microsoft mulai Windows 10 memang melarang penggunaan program crack. Penulis mencoba-coba cara sendiri bagaimana mengakali mekanisme Windows 10 ini. Berikut ini solusinya:

1.Penulis memasukkan file ZIP atau RAR yang berisi crack yang tidak bisa dijalankan di Windows 10 ke flashdisk
2.Penulis masukkan ke komputer lain  dengan Windows XP, 7, 8, 8.1 di dalamnya, lalu penulis ekstrak file ZIP atau RAR tadi di folder yang sama.
3.Lalu penulis ganti nama acak file crack itu.
4.Kemudian penulis masukkan flashdisk tadi ke komputer berWindows 10
5.Viola!!! Kita bisa menjalankan file crack untuk mengcrack program yang kita inginkan.
Hingga tulisan ini ditulis belum menemukan bagaimana menonaktifkan mekanisme di Windows 10 yang memblokir program crack. Tapi setidaknya cara di atas masih mampu dilakukan agar tetap bisa menjalankan program crack. Karena mekanisme yang diterapkan hanya memblokir berdasarkan nama file, jika ada unsur crack/patch/keygen/keymaker dalam sebuah nama file, maka program itu akan diblokir Windows 10 sehingga tidak bisa dijalankan di lingkungan Windows 10. Demikian pemaparan penulis, semoga bermanfaat.

Jika ingin menyalin artikel ini, mohon sertakan link website ini.

Update 1:
Untuk file crack yang mengandung malware seperti virus, trojan, ransomware, dll, Windows 10 memang akan tetap memblokir itu meskipun penulis ganti namanya sehingga komputer pengguna tetap aman dari virus.

Kamis, 05 April 2018

Cara isi ulang (topup) kartu MRT EZ-Link saat di Singapura

Mesin isi ulang/topup kartu MRT EZ-Link Singapura




Bagi yang baru pertama kali ke Singapura pasti bingung bagaimana cara isi ulang kartu MRT EZ-Link di mesin khusus General Ticketing Machine (GTM). Sebagai informasi, Mesin GTM ada di setiap stasiun MRT sebelum gate kita mentap kartu MRT. Ceritanya penulis akan mengisi kartu EZ-Link menggunakan uang cash SGD. Penulis akan memaparkan tahap-tahap pengisian itu.
Tempat meletakkan kartu MRT 

1. Letakkan kartu EZ-Link di kotak  yang tersedia (lingkaran merah gambar di atas).
Layar "Add Value" (tanpa tanda kutip)

2. Lalu mesin akan memindai kartu anda, lalu akan muncul 3 pilihan di kotak kanan,  anda dapat mengklik tulisan “Add Value” (tanpa tanda kutip). Di kiri akan terlihat sisa saldo anda.
Slot tempat memasukkan uang cash

3. Masukkan uang di slot uang yang tersedia di kanan agak atas (lingkaran merah gambar di atas).
4. Lalu mesin akan memindai uang itu, lalu menambahkan saldo di dalam kartu anda. Anda dapat melihat saldo yang telah ditambahkan di layar.
5. Lalu tunggu sampai muncul tulisan “Transaction Successful” (tanpa tanda kutip) dan tempat kartu tadi anda meletakkan kartu berubah menjadi berwarna hijau, lalu ambil kartu anda.
6. Selesai.

Pengisisan kartu ini hanya berlaku jika anda mengunaka kartu EZ-Link dan mengisi menggunakan uang cash. Penulis menggunakan cara di atas Maret 2018 lalu saat di Singapura dan dan masih valid. Anda juga bisa membeli tiket one trip dari mesin ini. Namun, jika anda membeli one trip atau membayar dengan kartu kredit atau debit tidak bisa menggunakan tutorial ini. 
Loket Passenger Service

Loket Ticket Office

Selain di GTM, anda juga bisa mengisi ulang kartu di Passenger Service atau di konter Ticket Office. Demikian penjelasan penulis, semoga bermanfaat.

Jika ingin menyalin ini mohon sertakan link website ini.
Gambar diambil dari Google Images.


Rabu, 04 April 2018

Cara cepat ke Merlion Singapura dari MRT Raffles Place Exit H

Peta One Fullerton Hotel ke Merlion

Sering penulis menjumpai pertanyaan “Bagaimana cara sampai di Merlion?” Terutama bagi yang baru pertama kali ke Singapura tanpa tour. 
Penulis saat berjalan-jalan ke Singapore tak lupa mengunjungi Merlion. Ini adalah ikon yang melambangkan negara Singapura. Bagi yang pertama kali ke Singapura pasti bingung harus melewati mana. Berikut penulis paparkan tahap-tahap penulis sampai di Merlion melalui One Fullerton Hotel.

Pertama-tama penulis berhenti di MRT Raffles Place. Ada banyak pintu keluar/exit di MRT Raffles Place. Penulis memilih pintu exit H dari MRT Raffles Place.
Pintu depan One Fullerton Hotel

Dari pintu keluar MRT Raffles Place, penulis keluar dan mencari One Fullerton Hotel.
Penulis berjalan terus, melewati perkantoran Bank Standar Chartered, terus lurus sampai ketemu pintu depan One Fullerton Hotel (pintu depan selalu terpasang banyak bendera di atasnya).
Lalu penulis masih harus berjalan mencari pintu belakang hotel ini, pintu belakang hotel ini menghadap sungai Singapura (Singapore River). 

http://oktiaradwindahh.blogspot.co.id


Pintu belakang hotel ini seperti di gambar di atas, namun sekarang sudah tidak ada dekorasi merah di atasnya, tapi tetap dengan 3 pilar khas di pintunya. Di sebelah pintu masuk ada eskalator turun ke bawah, lalu penulis mengikuti itu.

http://oktiaradwindahh.blogspot.co.id

Setelah itu, penulis belok ke kiri masuk melewati pintu, di dalam pintu penulis melewati dua eskalator panjang/travelator.

http://oktiaradwindahh.blogspot.co.id

Di ujung jalan penulis berjalan sedikit, lalu belok ke kiri masuk ke pintu menaiki eskalator naik, lalu keluar pintu yang ada, kemudian menuju ke arah kanan. Di sana penulis sudah di sambut ikon “Noah Ark” Marina Bay Sands dan ikon Art Museum Future World. 

Ikon Art Museum dan Marina Bay Sands

Penulis berfoto sejenak. Lalu penulis melanjutkan jalan menuju ke arah kiri menyusuri Sungai Singapura. Dan menemukan juga ikon SingaporeFlyer (roda bianglala besar Singapura).

Ikon Singapore Flyer
Penulis terus berjalan, di ujung jalan penulis bertemu ikon lambang Negara Singapura, Merlion.
Merlion

Demikian penulis sampai di Merlion lewat eskalator panjang datar/travelator di dalam One Fullerton Hotel agar sampai ke Merlion.
Semoga bermanfaat.



Jika ingin menyalin artikel ini, mohon sertakan link website ini.

Sabtu, 31 Maret 2018

Pengalaman jalan-jalan ke Singapura tanpa tour – Hari terakhir

Terminal 3 Bandara Changi Singapura


Di hari terakhir ini, penulis memutuskan untuk tidak pergi ke tempat wisata dan langsung pulang. Karena waktu maksimal check out hotel jam 11.00 dan penulis enggan membawa koper ke tempat wisata atau mall. Penulis bangun pukul 06.00 WITA, lalu mandi, makan roti lalu memasukkan barang ke tas. Penulis mulai menggunting label harga pada baju dan makanan yang penulis beli, lalu ada juga yang penulis lepas wadah luarnya, lalu membuang semua itu. Penulis juga membuang notanya. Lalu memasukkan semuanya ke koper. Ini penting agar anda tidak ditahan bea cukai bandara Soekarno Hatta. Karena semenjak ada aturan dari Menteri Keuangan tahun 2016 atau 2017, Imigrasi makin ketat dalam memeriksa isi tas yang dibawa penumpang. Jika sampai di tahan akan panjang prosesnya.

Kira-kira pukul 10.00WITA, penulis check out dari hotel. Penulis menuju ke Exit B Jalan Besar MRT yang tidak perlu menyeberang jalan karena penulis membawa koper. Penulis memilih tujuan akhir EXPO dan turun di EXPO. Di EXPO penulis harus naik eskalator 2x untuk naik ke ruang tunggu MRT EXPO jalur hijau untuk menunggu MRT tujuan Changi Airport datang. Penulis menunggu hampir 15 menit di sini, padahal normalnya waktu kedatangan antar MRT selalu dibawah 4 menit. Setelah kereta datang, penulis masuk ke kereta yang akan membawa ke Changi Airport. Penulis lalu turun di Changi Terminal 2. Setelah turun, penulis melakukan tap ke mesin tap kartu untuk keluar menuju pintu Terminal 2. Sebelum ke Terminal 2, penulis menuju ke konter Ticket Office untuk merefund kartu EZ-Link MRT penulis. Penulis harus antri dengan banyak turis lain di konter ini karena hanya ada 1 loket pelayanan yang dibuka. Sesampainya di depan penulis berkata “Refund” (tanpa tanda kutip), mereka langsung mengerti. Saat dicek, masih ada sisa sekitar SGD16.14 di kartu penulis, sesaat kemudian penulis mendapat uang cash isi kartu EZ-Link yang penulis tukarkan. Saran penulis refund ini lebih baik dilakukan jika pembaca sudah kekurangan uang atau seandainya pembaca tidak akan ke Singapura lagi dalam waktu dekat ini.

Kantin Karyawan Terminal 2 Changi Singapore
Setelah refund selesai, penulis jalan-jalan dulu di Terminal 2 area publik. Di area ini penulis juga mencari kantin karyawan bandara di Terminal 2 untuk makan siang. Sekitar pukul 12.00WITA, penulis makan di kantin karyawan bandara di Terminal 2 lantai 3M. Cara menuju ke sana, ikuti saja petunjuk “Canteen (3M)” (tanpa tanda kutip) yang ada di area publik Terminal 2 sampai bertemu dengan lift, setelah masuk lift, tekan lantai 3, kemudian setelah keluar dari lift lantai 3, di sebelah kanan ada tangga naik manual ke kantin karyawan itu. Naik saja dan di ujung tangga anda akan melihat kantin karyawan. Kantin Karyawan ini hanya ada di Terminal 1 dan 2 untuk saat ini. Harga di kantin ini cenderung murah. Rate harganya sama dengan hawker atau food court di pusat kota Singapura. Harga makanan di sini sekitar SGD3- SGD7 dan SGD 0,5 – SGD4 untuk minuman. Ini bisa membuat anda hemat uang.

Selama makan ini, penulis juga melakukan check in tiket pulang Singapore-Jakarta, Jakarta-Semarang via aplikasi Traveloka. Hal ini membuat penulis tidak perlu buru-buru masuk ke check in area Terminal 3 nanti. Selain itu, penulis bisa mempercepat proses check in karena hanya perlu memasukkan bagasi dan print boarding pass.

Petunjuk jalan ke GST Refund


Tahap berikutnya, penulis juga melakukan refund pajak belanja (GST) di bagian GST Refund Terminal 2. Di sana ada petugas yang bisa membantu menggunakan mesin otomatis. Refund yang di dapat 7% dari total harga yang kita bayar per nota.

Konter Garuda Indonesia di Terminal 3 Bandara Changi Singapura
Setelah refund GST, penulis berjalan menuju Terminal 3 melalui jembatan yang ada. Penulis mengikuti petunjuk yang ada agar bisa ke Terminal 3 dari Terminal 2. Penulis masih sempat berjalan-jalan ke area publik Terminal 3 sebentar untuk berbelanja. Pukul 13.00 WITA, penulis masuk ke Terminal 3 konter check in Garuda Indonesia di Row 5 untuk memasukkan bagasi dan print boarding pass. Jujur di sini penulis merasa petugas check in Garuda Indonesia Terminal 3 Changi cantik-cantik semua dibandingkan konter check in di Indonesia. Tapi sayang di name tag yang tertempel di baju mereka tidak ada namanya. Dan saking terpesonanya penulis lupa kalau sebenarnya kita bisa langsung tanya  mereka nama dan kontak mereka.  Penulis juga jadi tidak konsentrasi ketika dijelaskan oleh cewek si petugas check in yang melayani proses check in penulis, sehingga minta diulang. Hahaha…  :)

Setelah bagasi masuk, penulis menuju ke tahap berikutnya yaitu pemeriksaan imigrasi. Penulis dicocokan data di boarding pass dan paspor. Lalu disuruh masuk pintu otomatis 2 tahap, tahap satu: cap paspor, lalu tahap 2: sidik jari dipindai, lalu tahap berikutnya, masih diperiksa lagi boarding pass dan dicoret-coret boarding passnya.
Shilla Duty Free

Di area check in ini penulis masih sempat berbelanja. Di sini terdapat Silla Duty Free yang menjual kosmetik berbagai macam merek. Selain itu di area check in ini ada berbagai brand baju, sepatu, jam tangan terkenal. Yang paling menyenangkan, harganya lebih murah dari mall-mall di Singapura, ditambah bebas pajak jika anda berbelanja di sini.
Dari Imigrasi, belok ke kiri untuk ke Gate A16

Pukul 13.20WITA, penulis bergegas ke gate A16 karena di boarding pass tertulis pukul 13.35WITA sudah harus masuk pesawat (padahal di tiket tertulis 14.05WITA). Penulis berlari menuju gate A16 karena letaknya yang cukup jauh (menuju arah kiri dari pengecekan imigrasi tadi). Penulis harus melewati gate A1 sampai A15 baru bertemu gate A16, dimana antar gate jaraknya bisa lebih dari 20 meter. Pukul 13.25, penulis masuk ke gate A16 dengan terlebih dahulu melewati pemeriksaan mesin xray pada barang dan badan penulis. Pukul 13.30WITA, penulis akhirnya bisa duduk tenang di pesawat. Lebih cepat 5 menit sebelum gate ditutup.


Kartu Imigrasi Indonesia

Singkat cerita, pintu pesawat pun ditutup tepat waktu. Selang beberapa menit, makanan dari Garuda Indonesia keluar, lalu penulis makan. Ini penulis jadikan makan siang sehingga nanti sampai rumah, tinggal makan sore. Selain makanan, dibagikan juga kertas imigrasi Indonesia. Isilah selengkap-lengkapnya, sehingga tidak ditahan pihak imigrasi Bandara Soekarno Hatta Indonesia.
Pesawat take off agak telat karena harus menunggu take off setidaknya 5 pesawat di depan pesawat Garuda Indonesia yang penulis tumpangi. Di belakang Garuda Indonesia yang penulis tumpangi sudah menunggu 7 pesawat yang menunggu take off. Sungguh bandara yang padat, namun sepengetahuan penulis bandara Changi tidak pernah ada keterlambatan jam penumpang masuk pesawat seperti di Indonesia.

Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta Jakarta
Pukul 15.30 penulis sampai di Jakarta Terminal 3 Ultimate Bandara Soekarno Hatta. Penulis harus berjalan jauh (sekitar+- 2km) dari garbarata ke bagian Imigrasi. Ini cukup menjengkelkan untuk penulis. Selain jauh, tidak ada fasilitas apapun di kiri dan kanan sepanjang jalan dari garbarata ke Imigrasi, bahkan toilet dan tempat duduk pun tidak ada!
Setelah melewati imigasi, penulis masih menyempatkan jalan-jalan sebentar di toko-toko yang ada di sana sebelum masuk ke gate keberangkatan domestik. Setelah berjalan-jalan, penulis langsung menuju ke gate A15 keberangkatan domestik. Penulis tidak perlu mengambil koper karena untuk transit, koper akan langsung dipindahkan ke tujuan berikutnya.
Penulis berdecak kagum dengan desain Terminal 3 Bandara ini yang meniru Terminal 4 Changi. Bukan hanya desain saja, tapi bentuk konter check in, tahap-tahap check in imigrasi, cara memasukkan bagasi, bentuk gate penumpang, sangat mirip dengan Bandara Singapura.
Penulis duduk di ruang tunggu gate A15 sejak pukul 16.45WIB karena takut akan telat. Namun Garuda Indonesia tujuan Semarang yang akan penulis tumpangi mengalami keterlambatan dari pukul 17.25WIB menjadi 17.55WIB. Sungguh sangat disayangkan karena di bandara Indonesia selalu saja ada keterlambatan. 

Pukul 17.55WIB masuk pesawat tapi masih juga harus menuggu 3 pesawat takeoff di depan Garuda Indonesia yang penulis tumpangi, sehingga semakin mundur waktu kedatangan di Semarang. Penulis baru sampai sekitar pukul 19.30WIB. Lalu penulis mengambil bagasi dan pulang naik taksi bandara.

Penulis cukup terkejut karena taxi BlueBird dan Atlas sekarang sudah boleh mengambil penumpang di Bandara Ahmad Yani Semarang (karena sejak dahulu selalu dimonopoli oleh taksi Bandara, semetara taksi lain tidak diizinkan mengambil penumpang, hanya boleh mengantar saja). Penulis harus menunggu cukup lama taksi bandara karena penulis mendapat no urut taksi ke-930. Jika saja sejak awal penulis tahu bahwa BlueBird boleh mengambil penumpang, penulis akan memesan Bluebird via aplikasi Android daripada harus menunggu lama urutan ke 930 taksi bandara.

Penulis sampai rumah pukul 20.30WIB. Sesampainya di rumah penulis langsung beres-beres, mandi, makan, lalu tidur. Sungguh pengalaman yang mengesankan dan pengalaman tak terlupakan bisa jalan-jalan tanpa tour (mbolang ke Singapura). Sekian cerita penulis, semoga bermanfaat.

Beberapa catatan penulis dari perjalanan ini:

1. Jika anda pergi bersama pasangan ke Singapura, pasti aman tidak akan dikatai-katai (dirasani) bahkan sampai di bawa ke kantor polisi.
2.Pepatah yang mengatakan Turis orang China asli adalah turis yang paling kurang ajar di dunia, ternyata benar. Karena mereka kalau foto-foto lama, tukang meyerobot antrian, sukanya berdesak-desakan, tidak mau mengalah dengan turis lain.
3. Di Singapura tempat hiburan malam yang menjajakan prostitusi bebas di Singapura.
4. Selalu lihat arah pintu keluar/Exit anda itu ke mana. Anda bisa melihatnya di Locality Map yang ada di depan gerbang tap kartu MRT di setiap stasiun MRT. Karena ini menentukan seberapa dekat tujuan anda dari pintu keluar MRT.
5.Orang Singapura lebih suka menawari bule makanan saat di foodcourt/hawker seperti di Lau Pa Sat. Sedangkan orang Asia disuruh melihat-lihat dan beli secara mandiri.
6.Tidak boleh makan, minum, ribut di luar maupun dalam stasiun MRT dan di dalam gerbong MRT
7.Setelah keluar di MRT Changi Terminal 2, jangan langsung masuk ke pintu masuk Terminal, sebaiknya ke konter Ticketing Office dahulu untuk refund isi tiket EZ-Link. Ini agar kita mendapat tambahan uang untuk berbelanja di dalam check in area nanti.
8.Makan murah bisa didapat di kantin bandara Terminal 1 atau 2. SGD3- SGD7 untuk makanan dan SGD 0,5 – SGD4 untuk minuman.
9.Tidak boleh membawa kamera dan memakai flash kamera ponsel saat di dalam Future world Art Museum.
10.Garuda Indonesia di Terminal 3 ada di Row no 5 utk masukin bagasi dan check in, lalu masuk gate A16, untuk naik pesawat.
11.Lebih baik datang 3 jam sebelum jam keberangkatakn. Karena Bandara Changi sangat besar dan jarak antar gate sangat jauh. Penulis saja hampir terlambat karena perjalanan jauh untuk mencapai ke gate A16.
12.Segeralah masuk ke Check in Area agar tidak telat, karena Bandara Changi tidak akan mengumumkan pesawat yang datang maupun berangkat. Jadi kita harus mandiri dan kira-kira sendiri waktu masuk ke ruang tunggu agar tidak telat masuk ke gate keberangkatan.
13.Negara Singapura sangat Pancasila, karena terdiri dari berbagai suku dan ras, tapi tidak pernah ada saling bentrok gara-gara isu SARA. Mereka juga saling tidak peduli dengan urusan orang lain. Di sini juga tidak ada agama yang sangat mendominasi.
14.Warga Singapura ramah-ramah, jika anda tidak tahu jalan, anda bisa bertanya ke warga lokal sana dan mereka dengan senang hati menerangkan pada anda.
15.Berciuman di mana saja wajar di negara ini, termasuk di mall dan area publik.
16.Berpegangan tangan adalah sesuatu wajar di negara ini termasuk di area publik.
17.Warga orang kaya di sana wajar jika bermain casino.
18.Mabuk-mabukkan adalah hal wajar.
19.Di Singapura, kebanyakan pemilik bisnis orang keturunan China, sedangkan pekerja kebanyakan orang India. Tapi dengan kombinasi begitu pun Negara ini menjadi sangat maju. Dan tidak ada diskriminasi di Negara ini.
20.Menyeberang jalan harus pada tempatnya, jangan sembarangan.
21.Ada patroli polisi di dimana saja, pagi sampai malam, bahkan dini hari, di mall, di pasar tradisional, di stasiun MRT, dll.
22.Merokok di tempat umum bisa ditangkap polisi. Merokoklah pada tempat yang sudah disediakan.
23.Lebih baik pergi pagi, karena MRT masih sepi dan kita bisa bebas memilih tempat duduk (kalau sudah di atas jam 07.00WITA, anda bisa-bisa berdiri di MRT selama perjalanan anda).
24.Ada pos sekuriti (Passenger Service) di setiap pintu masuk dan keluar MRT. Ini sangat memudahkan jika sampai kartu MRT anda tiba-tiba error atau anda tidak tahu harus keluar lewat exit mana.
25.Ada CCTV di setiap sudut bangunan, stasiun kereta, jalan raya, dll jadi gerak-gerik kita selalu diawasi di mana saja. Hal ini juga membuat aman meskipun tidak ada satpam di Stasiun MRT.
26.Mohon tulis lengkap kertas imigrasi Singapura supaya anda tidak terkena random check, ditahan, diinterograsi lama atau langsung dideportasi.
27.Semua negara maju memiliki tingkat stress tinggi, gejala stress beberapa diantaranya: banyak yang tidur di MRT saat pulang kerja, mereka makan sendiri, dengerin musik sendiri menggunakan headset di MRT tanpa peduli orang lain.  Ini semua dialami oleh warga di Singapura.
28.Berpakaian terbuka ala Korea atau USA  aman-aman saja di jalan sepi sekalipun.
29.Meletakkan tas di pinggir jalan  dan kita tinggal foto-foto, sangat aman.
30.Orang Singapura bahasanya Inggris tapi pakai logat Mandarin sehingga agak sulit didengar dan dimengerti.
31.Tubuh cewek Singapura banyak yang proporsional.
32.Orang Indonesia suka belanja banyak sampai bertas-tas di Singapura.
33.Orang Korea asli cantik wajahnya tapi tidak proporsional bentuk tubuhnya. Berbeda dengan orang Jepang yang sangat proporsional dan cantik.
34.Refund pajak atau GST di area publik Terminal 1,2,3,4 Changi Singapura.
35.Kalau membeli makan di food court berikut caranya:
1.Tentukan otlet tempat kita ingin beli, pilih makanan dengan menunjuk pada gambar di meja atau di layar atas
2.Bayar dan dapatkan notanya
3.Tunggu di depan outletnya
4.Setelah keluar makanannya, ambil se-nampannya (bukan hanya piringnya saja), lalu ambil sendok, garpu dan saus.
5.Lalu bawa makanan dan nampannya ke meja anda.
6.Setelah selesai makan, bawa nampan dan piringn dan gelas ke tempat yang sudah disediakan. Sehingga meja makan di foodcourt selalu bersih.
Tidak ada model makanan kita diantar oleh mereka seperti di Indonesia!
36.Makanan di food court/hawker jauh lebih murah dari pada di pinggir jalan sekitar SGD3- SGD7 untuk makanan dan SGD1 – SGD4 untuk minuman.
37.Saat di MRT jangan pernah menduduki Reserved Seat atau kursi di ujung kiri dan kanan  dengan warna berbeda di setiap baris. Itu diperuntukkan untuk manula. Sehingga jika sampai anda yang muda menduduki itu, maka akan dilihati dan dikomentari warga Singapura.
38.INTERNET: Penulis akhirnya harus mengganti ke kartu lokal M1, karena ternyata XL PASS tidak berjalan baik di luar negeri. Mungkin ini efek penataan jaringan yang sedang berlangsung saat tulisan ini ditulis. Apalagi saat berada di dalam MRT dan di Pulau Sentosa, internet penulis tidak bisa jalan sama sekali. Saat berada di dalam hotel, penulis menggunakan WiFi gratis dari hotel untuk terkoneksi internet.
39. Review sedikit soal Hotel 81 Dickson:
1.Positif: Ada hair dryer, AC dingin, dikasi minum aqua botol setiap hari, tidak ada biaya pembersihan (cleaning fee) tapi dibersihkan setiap hari oleh mereka setiap jam 12.00 WITA (Waktu Singapura sama dengan Waktu Bali), handuk diganti setiap hari, sampah dibuang setiap hari , ada alat pemanas air untuk bikin kopi, dikasi gratis kopi dan teh bubuk setiap hari, ada water heater aktif 24jam, banyak colokan listrik, lokasi mudah ditemukan, ada food court di dekat hotel, kamar mandi bersih.
2.Negatif: Pelayanan orang lobi depan tidak responsif untuk turis asing, ruangan tidak kedap suara (kedengaran suara orang di luar kamar dari dalam kamar), lemari kecil (hanya ada gantungan baju, tidak ada laci untuk menyimpan  barang),  gantungan untuk baju tidak ada di kamar mandi, AC tidak bisa dimatiin, tidak ada makan pagi, tidak ada restoran di dalam hotel, tidak menyediakan morning call (telepon pagi hari untuk membangunkan tamu kamar).



Berikut ini daftar tulisan  pengalaman penulis selama di Singapura:
1. Hari Pertama
2. Hari Kedua 
3. Hari Ketiga
4. Hari Keempat


Jika ada pertanyaan, bisa langsung di tulis di kolom komentar di bawah.

Jika ingin menyalin artikel ini, harap menyertakan alamat website ini.
NB: ini pengalaman pribadi penulis bukan sponsor.


Pengalaman jalan-jalan ke Singapura tanpa tour – Hari ketiga

Patung Merlion 2 di Pulau Sentosa di Singapura 

Di hari ketiga penulis punya rencana ke Pulau Sentosa mengunjungi Universal Studio dan membeli coklat merk Hersey. Lalu ke ION Orchard di Orchard Road.
Perjalanan penulis diawali dari MRT Jalan Besar, penulis memilih tujuan akhir ke Bukit Panjang, turun di MRT China Town. Setelah turun, pindah ke jalur ungu tujuan akhir MRT HarbourFront. Sesampainya di MRT Harbourfront, cari exit ke VivoCity. Setelah di dalam VivoCity, naiklah menggunakan eskalator ke lantai L3. Di sana kita bisa membeli tiket SGD4 per orang di loket yang ada (tiket berlaku bolak balik) atau bisa menggunakan kartu EZ-Link (catatan: untuk pembayaran dengan EZ-Link belum aktif saat penulis ke sana, tapi sudah disediakan mesin tap kartu EZ-Linknya) untuk menggunakan Monorail yang akan membawa penulis ke Pulau Sentosa.

Gerbang depan Universal Studio Singapore

Beberapa saat kemudian, Monorail datang, penulis masuk ke dalam, setelah sampai di Waterfront Station penulis turun untuk ke Universal Studio Singapore. Begitu keluar MRT, penulis mengikuti tanda panah untuk ke Universal Studio Singapore.
Ikon "Globe" Universal Studio Singapore

Sesampainya di sana, pintu gerbang masih tertutup, tapi logo bola dunia dengan tulisan Universal telah berputar dan sudah mengeluarkan atraksi asap putih sehingga seolah-olah berawan. Penulis berkesempatan berfoto juga di sana.

Area mall di Sentosa

Selagi belum buka, penulis menyempatkan berjalan-jalan di pulau Sentosa, melihat mall yang di dalamnya ada Hard Rock Café, Starbuck, Toastbox, dll, lalu penulis juga menyempatkan berfoto di ikon Lake of Dream, bagian depan SEA Aquarium, melihat kapal Cruise bersandar di dekat Sentosa, melihat kereta gantung, berjalan di Festive Walk.

Penulis berfoto di ikon Sentosa dan patung Merlion 2

Dari Festive Walk, penulis jalan lurus, naik ke atas menggunakan eskalator panjang, menuju ke patung Merlion 2 yang ukurannya lebih besar dari patung Merlion asli di Sungai Singapura (Singapore River) dan ada tulisan warna-warni logo Pulau Sentosa di depan patung itu.


Salah satu wahana di dalam Universal Studio Singapore

Pukul 10.00 Universal Studio Singapore (USS) buka, bagi yang pertama antri di sana atau yang berulang tahun, diberikan acara penyambutan khusus. Setelah acara penyambutan selesai, para pengunjung baru diperbolehkan masuk. Penulis masuk dengan tiket yang penulis sudah beli dari toko di Shopee Indonesia (dewasaanak). Jangan lupa mengambil peta yang tersedia di atas mesin pengecek tiket atau mintalah ke petugas penjaga palang pintu di sana. Peta ini tersedia dalam bahasa Inggris dan Mandarin. Peta ini sangat membantu berkeliling di area dalam USS karena terdapat 7 area permainan dan di setiap area terdapat wahana yang beraneka ragam.

The ELMO Show di dalam Universal Studio Singapore

Meet and Greet "Trolls" Movie Character di dalam Universal Studio Singapore
Di sana, penulis hanya menonton show seperti ELMO Show dan Meet and Greet Disney Troll Movie Character, Wahana 4D di Madagascar Area, Wahana 3D di Sci-Fi Area dan berfoto-foto di 7 area permainan yang ada di sana. Penulis tidak berada di dalam Universal Studio selama seharian seperti traveler lain karena penulis masih harus ke tempat lain lagi. 
Hersey's Chocolate Store di sebelah kiri 

Pukul 14.00WITA penulis keluar dari USS dan beli oleh-oleh coklat di toko Hersey Chocolate di sebelah USS. Lalu penulis kembali ke Stasiun Waterfront untuk naik monorail. Penulis mengambil tujuan ke Sentosa Station agar bisa kembali ke Vivo City. Sesampainya di VivoCity penulis makan siang di Restoran Subway. Restoran ini menjual sandwich besar yang kita bisa pilih sendiri isiannya. Penulis makan satu saja sudah membuat kenyang. Sekitar pukul 14.30WITA, penulis mengeksplorasi VicoCity sambil belanja.
Sekitar 15.30WITA, penulis masuk lagi ke MRT Harbourfront untuk kembali ke MRT Jalan Besar menuju kembali ke hotel. Penulis ingin rehat sejenak setelah perjalanan yang cukup panjang. Penulis juga menyempatkan tidur dan mandi sebelum nanti jam 17.00 keluar lagi dari hotel.

ION Orchard Mall

Pukul 17.00WITA, penulis keluar lagi dari hotel ke MRT Jalan Besar, penulis mengambil ke arah Bukit Panjang turun di MRT Newton. Di MRT Newton, penulis harus keluar gate dulu dengan men-tap kartu (membayar) baru bisa pindah ke jalur merah. Hal ini cukup aneh karena biasanya stasiun MRT yang sebagai interchange (ada 2 warna jalur di satu MRT) tidak perlu membayar/mentap kartu ke mesin jika hanya ingin pindah jalur.
Setelah masuk ke jalur merah penulis memilih tujuan akhir Marina South Pier dan turun di MRT Orchard. Sesampai di MRT Orchard, cari Exit di ION Orchard. Penulis masuk lalu berkeliling ION Orchard sambil belanja. Penulis berbelanja baju banyak di sebuah brand, saat membayar penulis menunjukkan paspor. Ini penulis lakukan agar penulis mendapat refund GST (pengembalian pajak barang secara tunai). GST di Indonesia disebut PPN (Pajak Pertambahan Nilai) atau VAT dalam bahasa Inggris. Syarat mendapat refund GST biasanya harus minimal beli 3 biji barang di setiap toko tempat kita berbelanja. Pengambilan uang tunai dari Refund GST dapat dilakukan ketika akan pulang ke Indonesia, yaitu di area publik di Terminal 1,2,3,4 Bandara Changi Singapura.


Menu di Crave Nasi Lemak

Pukul 19.00 penulis lapar, di sisi lain penulis sedang ingin makan nasi lemak, penulis berkeliling food court yang ada di Lantai B2 ION Orchard dan menemukan  restoran CRAVE, penjual nasi lemak legendaris di Singapura. Penulis memesan menu B gambar di atas dan memesan minuman milo agar siap bepergian lagi. Selama makan penulis memikirkan masih bisa kemana lagi dengan waktu yang masih tersisa banyak dari jadwal yang sudah ditentukan. Penulis memutuskan untuk ke Bugis Street untuk beli oleh-oleh.
Setelah puas berbelanja dan makan, penulis masuk lagi ke MRT Orchard, penulis memilih tujuan akhir JurongEast, turun di MRT Newton, pindah ke Biru tujuan akhir Expo, turun di Bugis, exit ke Bugis Junction karena penulis ingin menuju ke Bugis Street.
Bugis Street
Dari Bugis Junction penulis menyeberang ke Bugis Street untuk belanja banyak barang dengan harga murah banget. Pasar ini seperti Pasar Johar kalau di Semarang. Pasar ini menjual baju, pernak-pernik, oleh-oleh, dengan harga diobral, rata-rata harga SGD10 bisa dapat 3 sampai 5 biji baju.
Setelah berbelanja penulis mampir di Seven Eleven untuk membeli minum karena persediaan air minum sudah habis. Penulis terkejut bahwa di depan pintu masuk Seven Eleven ada perokok yang ketahuan polisi dan diinterograsi oleh polisi. Setelah melalui perdebatan lama, perokok itu diminta KTP dan dicatat ke dalam sistem kepolisian karena telah merokok di area publik. Sepengetahuan penulis, ada tempat merokok sendiri di Singapura dan tidak diizinkan merokok di sembarang tempat. Maka wajar jika orang itu ditangkap polisi. Meskipun kelihatannya cuma dicatat no KTP, tapi di hari berikutnya polisi akan mengirim surat denda karena telah merokok sembarangan ke alamat KTP pelanggar tadi. Sungguh negara yang amat tertib dan polisinya bisa benar-benar mengakkan aturan. Dan lagi sampai malam pun polisi masih patroli.
Setelah puas berbelanja murah, penulis menyeberang lagi ke Bugis Junction untuk masuk ke MRT Bugis. Penulis memilih jalur ke biru (MRT Bugis ada 2 jalur, biru dan hijau), kemudian penulis memilih ke tujuan akhir EXPO dan turun di MRT Jalan Besar.

Exit A MRT Jalan Besar

Penulis mencoba keluar dari Exit A. Exit A di MRT Jalan Besar berada di seberang jalan Jalan Besar Rd. Penulis perlu menyeberang lagi jalan dari Jalan Besar Rd ke Dickson Rd untuk sampai ke Hotel 81 Dickson.


Jika ingin menyalin artikel ini harap cantumkan alam website ini.
NB: ini pengalaman pribadi penulis bukan sponsor.
Berikut ini daftar tulisan  pengalaman penulis selama di Singapura: