Selasa, 26 September 2017

Apa saja yang wajib ditanyakan saat berada di pameran wisata?


Buat kalian yang bingung mau nanya apa saat pameran wisata/travel fair. Berikut ini penulis ceritakan pengalaman penulis saat ada pameran wisata dan ingin bertanya tentang paket tour yang ditawarkan. Hal ini penting karena biasanya harga yang tertera tidaklah harga all in (full package) melainkan harga yang bertujuan hanya untuk menarik perhatian. Karena harga yang tertera jika ditanya lebih detail akan ada banyak tambahan-tambahannya.


Contohnya penulis ingin pergi ke Korea dengan tujuan Seoul-Nami Island-Jeju Island yang tertulis di brosur Rp. 7.900.000,00. Jika dilihat lebih detail ada tulisan kecil di atas/di samping harganya "Start from" (tanpa tanda kutip) atau dalam bahasa Indonesia Mulai dari. Kemudian penulis bertanya kepada salah satu customer representative yang ada di stand penyedia tour itu. Dan mendapati bahwa harga totalnya Rp. 20.000.000,00. Hal ini cukup mengejutkan tapi ini bisa membuat kita mengetahui seluk beluk tour lebih jauh. Berikut ini 10 pertanyaan yang penulis tanyakan ke pihak tour agent.

Pertama, jika all in harga totalnya berapa?
Ini untuk mengetahui harga sebenarnya dari paket tour itu berapa. 

Kedua, penulis bertanya, harga itu dapat apa saja dan fasilitas apa saja?
Hal ini untuk melihat dengan harga segitu kita sudah dapat apa dan kita pun bisa membandingkan dengan tour agent lain mengenai fasilitas dan akomodasi yang didapat. Misalnya soal, kapasitas bagasi  yang diperbolehkan, jam keberangkatan, kumpul di Jakarta kapan, dapat tas, topi, dll.

Ketiga, yang tidak termasuk dalam harga itu apa saja?
Pertanyaan ini untuk mengetahui apa yang harus kita persiapkan sendiri dan tidak diurus oleh tour.

Keempat, rundown acaranya bagaimana? Apakah ada hari bebas?
Ini untuk menanyakan jadwal acara tour setiap hari selama acara tour berlangsung. Hari bebas jika ada dapat digunakan untuk berjalan-jalan disekitar hotel untuk membeli barang atau ke salon atau berfoto-foto bebas.

Kelima, musim apa? Harus bawa apa?
Pertanyaan ini agar kita menyiapkan pakaian yang harus dibawa terutama jika musim dingin.

Keenam, Tanggal keberangkatan paket tour ini kapan aja? Setiap tanggal sudah ada berapa yang daftar?
Penulis bertanya tanggal keberangkatan karena penulis ingin menyesuaikan kapan kira-kira bisa pergi dan pertanyaan sudah ada berapa yang daftar untuk mengetahui di tanggal mana saja yang paling diminati dan tanggal yang PASTI akan berangkat. Karena biasanya tour agent menetapkan kuota orang jika ingin berangkat di tanggal itu. Dan tanggal dengan peserta terbanyak sudah bisa dipastikan akan berangkat pada tanggal itu.

Ketujuh, yang handle tournya siapa?
Ada beberapa tour agent yang hanya menjual paket tour tapi tidak menghandle sendiri sehingga ini perlu ditanyakan. Apalagi jika paket tour itu ada tulisannya BY …, misal tour Hongkong-Shenzen-Macau by Garuda Indonesia. Maka tour agent hanya menjual paket tour itu tapi yang mengontrol keseluruhan tour adalah Garuda Indonesia.

Kedelapan, kalau minta tour tambahan kena biaya berapa?
Ini penting jika ada hari bebas dan kita ingin menambah paket tour secara pribadi atau keluarga, kita bisa mengetahui harganya.

Kesembilan, syarat ketentuan lainnya?
Ini agar kita tahu aturan-aturan yang diberlakukan oleh tour agent maupun dinegara tujuan.

Kesepuluh, minta brosur dan kontak yang bisa dihubungi. Minta mereka merinci biaya dan keterangan-keterangan yang kita tanyakan di atas.
Hal ini penting karena kita bisa menghubungi mereka jika kita sudah mengambil keputusan kapan akan pergi dan  rincian keterangan dapat memudahkan kita untuk deal dengan tour agent di kemudian hari.
Minta juga informasi mengenai personal tour jika perlu karena bisa jadi bahan pertimbangan, Karena personal tour/tour individu tentu akan lebih murah ketimbang tour berkelompok. Hal ini tentunya juga jika anda berminat melakukan perjalan sendiri.


Demikian setidaknya ada 10 pertanyaan yang penulis jadikan panduan dalam bertanya. Jika pembaca ada pertanyaan lain di luar 10 pertanyaan di atas mungkin bisa ditanyakan ke orang dari tour agent yang ada di sana. Sekian, semoga menginspirasi.

Sumber gambar: www.kompas.com



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Masa wajar pemakaian sebuah barang


Dalam beberapa kasus penulis merasa sebuah barang cepat sekali rusak ada yang sangat tahan lama. Penulis merasa bingung akan masa berlaku sebuah produk. Penulis telah melakukan riset kecil-kecilan, mecari dari berbagai sumber dan bertanya pada para pengguna produk tentang masa berlaku produk tertentu. Produk/barang yang penulis tes ada yang bergantung pada merk ada pula yang secara umum. Hasil penulis ini untuk pemakaian secara umum dengan sehari-hari. Artikel ini untuk barang-barang produksi tahun 2010 ke atas dan waktu pemakaianannya di bawah ini adalah rata-rata pemakaian. Berikut ini rangkuman hasil dari apa yang telah penulis lakukan.

No
Barang/Produk
Tahun wajar pemakaian secara umum (dalam tahun)
1.
Smartphone Android
2
2.
Smartphone Apple
5
3.
Baterai handphone, smartphone, laptop
2
4.
DVD RW
2
5.
Harddisk internal/eksternal (bukan SSD)
5
6.
TV LCD/LED
5
7.
AC rumah
5
8.
Mobil
15
9.
Motor
15
10.
Springbed
15
11.
Tas sekolah
2
12.
Sepatu sekolah/olaharaga
1
13.
Flashdisk
2
14.
Alat cukur kumis
3
15.
PC
5
16.
Harddisk SSD
7
17.
Speaker laptop
5
18.
Charger laptop, handphone, smartphone
2
19.
VGA
3
20.
Headphone
2
21.
Dompet
2
22.
Headset
2
23.
Mesin cuci
5
24.
Kulkas
15
25.
Dispenser
5
26.
Ban mobil keluarga
5

Perlu diingat bahwa itu angka rata-rata atau jika rusak pada setelah tahun itu bisa dikatakan wajar. Pengujian di atas tidak bergantung merk.
Sekian.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Prinsip agar terhindar dari virus komputer


Banyak sekali yang bertanya ke penulis bagaimana prinsip menghindari virus komputer?
Berikut ini akan penulis paparkan jawaban penulis.
Penulis menerapkan 3 prinsip ini dalam melakukan penginstallan program untuk meminimalisir masuknya virus di komputer penulis:
1. Jika hanya butuh program itu, penulis akan install. 
Pastikan program yang dinstall terpercaya (sudah dibahas di majalah atau website IT dan meraih review positif) dan vendornya terpercaya (misal: Microsoft).
2. Jika sudah penulis install, penulis selalu mengupdate program itu secara periodik. 
Jangan lupa untuk selalu mengupdate program anda maksimal 1 bulan sekali karena vendor satu bulan sekali pasti akan mengeluarkan update. Hal ini bisa menutup celah keamanan dalam aplikasi/program di dalam komputer kita. Celah keamanan ini biasanya digunakan hacker atau virus untuk masuk ke komputer kita sekalipun sudah menggunakan antivirus.
3. Jika sudah tidak butuh atau jarang digunakan, penulis akan hapus program itu. 
Hapuslah program yang sudah jarang dipakai, selain untuk menghindari virus, juga dapat menambah kapasitas harddisk kita untuk keperluan lain.
Ketiga prinsip itu bisa meminimalisir virus dan/atau hacker masuk ke komputer kita. Karena celah  keamanan dari aplikasi/program yang terinstall di komputer, saya buat seminimalis mungkin. Ini berlaku untuk smartphone juga.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Cara mengubah doc menjadi pdf menggunakan Google Doc


Penulis sering ketika bepergian tidak membawa laptop. Namun atasan sering meminta dokumen yang penulis buat agar dikirimkan padanya dalam bentuk pdf. Penulis menyimpan data itu di flashdisk. Untuk mengatasi ketiadaan laptop, penulis selalu menggunakan bantuan Google Docs online.
Begini tahap2nya:
1. Silahkan login akun Gmail dahulu.
2. Setelah login, buka tab baru dan ketik di address bar “Google Drive” (Tanpa petik dua).
3. Setelah masuk ke Google Drive, klik New, kemudian pilih File Upload, Kemudian upload dokumen yang ingin dijadikan pdf.
4. Kemudian setelah upload selesai, saya klik 2x dokumen itu dan saya pilih Open With Google Doc.
5. Maka akan terbuka tab baru dari Google sehingga kita bisa mengeditnya.
6. Lalu saya pilih di kanan atas File-> Download as-> PDF Document (.pdf)
7. Kemudian akan muncul window untuk menyimpan file pdf itu.
8. Lalu pilih tempat penyimpanan yang diinginkan, lalu simpan.
Tahap-tahap ini sangat berguna menurut penulis, karena penulis bisa mengubah file Powerpoint (PPT, PPTX), Excel (XLS, XLSX), Word (DOC, DOCX) ke format PDF. Penulis hanya butuh akun Gmail dan mencari warnet atau meminjam laptop yang sedang online agar bisa selalu memenuhi permintaan atasan di atas.


Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Begini cara agar dokumen hasil penyimpanan bisa dibuka di Microsoft Office tahun berapapun



Sejak dahulu Microsoft Office dikenal sebagai pembuat aplikasi office terkemuka. Namun salah satu kelemahan yang dimiliki adalah perubahan format yang signifikan jika pengguna membuka file itu di Microsoft Office versi lebih lama dari Microsoft Office si pembuat dokumen.
Contoh, jika teman saya membuat di Office 2010 dan saya buka di Office 2007 akan terjadi perubahan format, entah paragrafnya berubah spasi, tabelnya berubah posisi, dll. Begitu pula jika saya membuat di office 2016 dan saya buka di office 2010. Namun hal itu tidak terjadi jika sebaliknya. Contoh: teman saya membuat di Office 2007 dan saya membuka di Office 2010. Tidak akan terjadi perubahan format. Hal ini tentu membuat heran semua orang.
Alhasil saya bertanya kepada teman saya yang seorang teknisi komputer dan ia menyarankan untuk menyimpan dokumen di format Rich Text Format (RTF). Kemudian saya mencobanya dan ternyata berhasil. Hal it terus saya terapkan sampai saat ini. RTF adalah format yang universal dari Microsoft Word yang bisa dibuka di Offce tahun berapa saja dan tidak akan berubah-ubah format isinya. 



Cara menyimpan dalam format RTF: setiap kali saya mengklik tombol simpan, kemudian akan keluar kotak  yang berisi dimana kita akan menyimpan file itu, lalu setelah saya memilih tempat penyimpanan, lalu saya menamai file itu, sebelum saya tekan tombol save/simpan, saya mengubah Save as type menjadi RTF, kemudian saya tekan save/simpan.
Format RTF pun bisa dibuka di Word processor standar bawaan Windows yaitu Wordpad sehingga aman juga jika tidak memiliki program Microsoft Office di komputer kita, dokumen kita masih tetap bias dibuka menggunakan Wordpad. Demikian pemaparan dari saya semoga bermanfaat.


Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.