Selasa, 26 September 2017

Masa wajar pemakaian sebuah barang


Dalam beberapa kasus penulis merasa sebuah barang cepat sekali rusak ada yang sangat tahan lama. Penulis merasa bingung akan masa berlaku sebuah produk. Penulis telah melakukan riset kecil-kecilan, mecari dari berbagai sumber dan bertanya pada para pengguna produk tentang masa berlaku produk tertentu. Produk/barang yang penulis tes ada yang bergantung pada merk ada pula yang secara umum. Hasil penulis ini untuk pemakaian secara umum dengan sehari-hari. Artikel ini untuk barang-barang produksi tahun 2010 ke atas dan waktu pemakaianannya di bawah ini adalah rata-rata pemakaian. Berikut ini rangkuman hasil dari apa yang telah penulis lakukan.

No
Barang/Produk
Tahun wajar pemakaian secara umum (dalam tahun)
1.
Smartphone Android
2
2.
Smartphone Apple
5
3.
Baterai handphone, smartphone, laptop
2
4.
DVD RW
2
5.
Harddisk internal/eksternal (bukan SSD)
5
6.
TV LCD/LED
5
7.
AC rumah
5
8.
Mobil
15
9.
Motor
15
10.
Springbed
15
11.
Tas sekolah
2
12.
Sepatu sekolah/olaharaga
1
13.
Flashdisk
2
14.
Alat cukur kumis
3
15.
PC
5
16.
Harddisk SSD
7
17.
Speaker laptop
5
18.
Charger laptop, handphone, smartphone
2
19.
VGA
3
20.
Headphone
2
21.
Dompet
2
22.
Headset
2
23.
Mesin cuci
5
24.
Kulkas
15
25.
Dispenser
5
26.
Ban mobil keluarga
5

Perlu diingat bahwa itu angka rata-rata atau jika rusak pada setelah tahun itu bisa dikatakan wajar. Pengujian di atas tidak bergantung merk.
Sekian.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Prinsip agar terhindar dari virus komputer


Banyak sekali yang bertanya ke penulis bagaimana prinsip menghindari virus komputer?
Berikut ini akan penulis paparkan jawaban penulis.
Penulis menerapkan 3 prinsip ini dalam melakukan penginstallan program untuk meminimalisir masuknya virus di komputer penulis:
1. Jika hanya butuh program itu, penulis akan install. 
Pastikan program yang dinstall terpercaya (sudah dibahas di majalah atau website IT dan meraih review positif) dan vendornya terpercaya (misal: Microsoft).
2. Jika sudah penulis install, penulis selalu mengupdate program itu secara periodik. 
Jangan lupa untuk selalu mengupdate program anda maksimal 1 bulan sekali karena vendor satu bulan sekali pasti akan mengeluarkan update. Hal ini bisa menutup celah keamanan dalam aplikasi/program di dalam komputer kita. Celah keamanan ini biasanya digunakan hacker atau virus untuk masuk ke komputer kita sekalipun sudah menggunakan antivirus.
3. Jika sudah tidak butuh atau jarang digunakan, penulis akan hapus program itu. 
Hapuslah program yang sudah jarang dipakai, selain untuk menghindari virus, juga dapat menambah kapasitas harddisk kita untuk keperluan lain.
Ketiga prinsip itu bisa meminimalisir virus dan/atau hacker masuk ke komputer kita. Karena celah  keamanan dari aplikasi/program yang terinstall di komputer, saya buat seminimalis mungkin. Ini berlaku untuk smartphone juga.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Cara mengubah doc menjadi pdf menggunakan Google Doc


Penulis sering ketika bepergian tidak membawa laptop. Namun atasan sering meminta dokumen yang penulis buat agar dikirimkan padanya dalam bentuk pdf. Penulis menyimpan data itu di flashdisk. Untuk mengatasi ketiadaan laptop, penulis selalu menggunakan bantuan Google Docs online.
Begini tahap2nya:
1. Silahkan login akun Gmail dahulu.
2. Setelah login, buka tab baru dan ketik di address bar “Google Drive” (Tanpa petik dua).
3. Setelah masuk ke Google Drive, klik New, kemudian pilih File Upload, Kemudian upload dokumen yang ingin dijadikan pdf.
4. Kemudian setelah upload selesai, saya klik 2x dokumen itu dan saya pilih Open With Google Doc.
5. Maka akan terbuka tab baru dari Google sehingga kita bisa mengeditnya.
6. Lalu saya pilih di kanan atas File-> Download as-> PDF Document (.pdf)
7. Kemudian akan muncul window untuk menyimpan file pdf itu.
8. Lalu pilih tempat penyimpanan yang diinginkan, lalu simpan.
Tahap-tahap ini sangat berguna menurut penulis, karena penulis bisa mengubah file Powerpoint (PPT, PPTX), Excel (XLS, XLSX), Word (DOC, DOCX) ke format PDF. Penulis hanya butuh akun Gmail dan mencari warnet atau meminjam laptop yang sedang online agar bisa selalu memenuhi permintaan atasan di atas.


Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Begini cara agar dokumen hasil penyimpanan bisa dibuka di Microsoft Office tahun berapapun



Sejak dahulu Microsoft Office dikenal sebagai pembuat aplikasi office terkemuka. Namun salah satu kelemahan yang dimiliki adalah perubahan format yang signifikan jika pengguna membuka file itu di Microsoft Office versi lebih lama dari Microsoft Office si pembuat dokumen.
Contoh, jika teman saya membuat di Office 2010 dan saya buka di Office 2007 akan terjadi perubahan format, entah paragrafnya berubah spasi, tabelnya berubah posisi, dll. Begitu pula jika saya membuat di office 2016 dan saya buka di office 2010. Namun hal itu tidak terjadi jika sebaliknya. Contoh: teman saya membuat di Office 2007 dan saya membuka di Office 2010. Tidak akan terjadi perubahan format. Hal ini tentu membuat heran semua orang.
Alhasil saya bertanya kepada teman saya yang seorang teknisi komputer dan ia menyarankan untuk menyimpan dokumen di format Rich Text Format (RTF). Kemudian saya mencobanya dan ternyata berhasil. Hal it terus saya terapkan sampai saat ini. RTF adalah format yang universal dari Microsoft Word yang bisa dibuka di Offce tahun berapa saja dan tidak akan berubah-ubah format isinya. 



Cara menyimpan dalam format RTF: setiap kali saya mengklik tombol simpan, kemudian akan keluar kotak  yang berisi dimana kita akan menyimpan file itu, lalu setelah saya memilih tempat penyimpanan, lalu saya menamai file itu, sebelum saya tekan tombol save/simpan, saya mengubah Save as type menjadi RTF, kemudian saya tekan save/simpan.
Format RTF pun bisa dibuka di Word processor standar bawaan Windows yaitu Wordpad sehingga aman juga jika tidak memiliki program Microsoft Office di komputer kita, dokumen kita masih tetap bias dibuka menggunakan Wordpad. Demikian pemaparan dari saya semoga bermanfaat.


Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Jumat, 11 Agustus 2017

Bagaimana cara mengirim sampel virus (submit virus sample) ke perusahaan antivirus?


Beberapa kali penulis mendengar bahwa komputer teman penulis terkena virus dan antivirusnya tidak bisa menangkapnya. Ketika penulis lihat, ternyata itu adalah virus baru. Hal ini sering terjadi karena waktu pemrosesan dari virus keluar sampai antivirus bisa mendeteksinya kurang lebih 14 hari. Jika antivirus dan internet di komputer itu masih bisa berjalan, penulis akan mengirim sampel virus itu ke perusahaan antivirus yang bersangkutan, dalam waktu 1x24 jam perusahaan antivirus itu akan mengeluarkan update yang berisi antivirus untuk virus itu, sehingga antivirus di komputer itu bisa membersihkan virus itu dengan sendirinya.
Berikut ini daftar perusahaan antivirus dan bagaiamana cara kita bisa mengirim sampel virus yang belum bisa dideteksi oleh antivirus yang anda gunakan.


Nama antivirus
Cara mengirim sampel
AhnLab
Website: https://global.ahnlab.com/en/site/support/virusreport/virusReport.do
Avast
Website:
https://www.avast.com/report-malicious-file.php
Email:
virus@avast.com
Avira
Website:
https://analysis.avira.com/en/submit
Email: virus@avira.com
AVG
Website:
https://www.avast.com/report-malicious-file.php
Keterangan: sama dengan Avast karena AVG sudah menjadi milik Avast
Bitdefender
Website:
https://www.bitdefender.com/submit/
ClamAV
Website:
https://www.clamav.net/reports/malware
Comodo
Website:
https://www.comodo.com/home/internet-security/submit.php
Dr.Web
Website:
https://vms.drweb.com/sendvirus/?lng=en
e-Scan
Website: https://www.escanav.com/en/support/submit-false-positives.asp
Emsisoft
Website: https://www.emsisoft.com/en/support/submit/
F-Secure
Website:
https://www.f-secure.com/en/web/labs_global/submit-a-sample
Fortinet
Website:
https://submission.fortinet.com
G-Data
Website: https://su.gdatasoftware.com/us/sample-submission/
Immunet
Anda bisa mengirim via website ClamAV (cara mengirimna sama dengan ClamAV):
https://www.clamav.net/reports/malware
Lavasoft AdAware
Website: https://www.adaware.com/submit-a-malware
McAfee
Email: virus_research@avertlabs.com
Microsoft
Website: https://www.microsoft.com/security/portal/submit.aspx
Kaspersky
Website: https://virusdesk.kaspersky.com/
NOD32/ESET
Website: Email: samples@eset.com
Panda
Email: virussamples@pandasecurity.com
PC Media Antivirus (PCMAV)
Website: www.virusindonesia.com
Smadav
Website: www.smadav.net
Sophos
Website: https://secure2.sophos.com/en-us/support/contact-support.aspx
Symantec/Norton
Website: https://www.symantec.com/security-center/submit-virus-samples
TrendMicro
Email: virusresponse@trendmicro.com
Zone Alarm
Sama dengan Kaspersky, karena ZoneAlarm menggunakan engine antivirus milik Kaspersky:
https://virusdesk.kaspersky.com/



Penulis hanya membuat daftar di atas berdasarkan antivirus-antivirus apa saja yang banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia.
Mohon diingat agar jika anda memilih pilihan email untuk mengompress file itu menjadi file ZIP atau RAR dengan password “infected” (tanpa tanda petik). Hal ini dimaksudkan agar email tidak dicegah pengirimannya oleh penyedia alamat email dan bisa sampai ke virus analyst di perusahaan antivirus yang bersangkutan.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.