Selasa, 26 September 2017

Begini cara agar dokumen hasil penyimpanan bisa dibuka di Microsoft Office tahun berapapun



Sejak dahulu Microsoft Office dikenal sebagai pembuat aplikasi office terkemuka. Namun salah satu kelemahan yang dimiliki adalah perubahan format yang signifikan jika pengguna membuka file itu di Microsoft Office versi lebih lama dari Microsoft Office si pembuat dokumen.
Contoh, jika teman saya membuat di Office 2010 dan saya buka di Office 2007 akan terjadi perubahan format, entah paragrafnya berubah spasi, tabelnya berubah posisi, dll. Begitu pula jika saya membuat di office 2016 dan saya buka di office 2010. Namun hal itu tidak terjadi jika sebaliknya. Contoh: teman saya membuat di Office 2007 dan saya membuka di Office 2010. Tidak akan terjadi perubahan format. Hal ini tentu membuat heran semua orang.
Alhasil saya bertanya kepada teman saya yang seorang teknisi komputer dan ia menyarankan untuk menyimpan dokumen di format Rich Text Format (RTF). Kemudian saya mencobanya dan ternyata berhasil. Hal it terus saya terapkan sampai saat ini. RTF adalah format yang universal dari Microsoft Word yang bisa dibuka di Offce tahun berapa saja dan tidak akan berubah-ubah format isinya. 



Cara menyimpan dalam format RTF: setiap kali saya mengklik tombol simpan, kemudian akan keluar kotak  yang berisi dimana kita akan menyimpan file itu, lalu setelah saya memilih tempat penyimpanan, lalu saya menamai file itu, sebelum saya tekan tombol save/simpan, saya mengubah Save as type menjadi RTF, kemudian saya tekan save/simpan.
Format RTF pun bisa dibuka di Word processor standar bawaan Windows yaitu Wordpad sehingga aman juga jika tidak memiliki program Microsoft Office di komputer kita, dokumen kita masih tetap bias dibuka menggunakan Wordpad. Demikian pemaparan dari saya semoga bermanfaat.


Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Jumat, 11 Agustus 2017

Bagaimana cara mengirim sampel virus (submit virus sample) ke perusahaan antivirus?


Beberapa kali penulis mendengar bahwa komputer teman penulis terkena virus dan antivirusnya tidak bisa menangkapnya. Ketika penulis lihat, ternyata itu adalah virus baru. Hal ini sering terjadi karena waktu pemrosesan dari virus keluar sampai antivirus bisa mendeteksinya kurang lebih 14 hari. Jika antivirus dan internet di komputer itu masih bisa berjalan, penulis akan mengirim sampel virus itu ke perusahaan antivirus yang bersangkutan, dalam waktu 1x24 jam perusahaan antivirus itu akan mengeluarkan update yang berisi antivirus untuk virus itu, sehingga antivirus di komputer itu bisa membersihkan virus itu dengan sendirinya.
Berikut ini daftar perusahaan antivirus dan bagaiamana cara kita bisa mengirim sampel virus yang belum bisa dideteksi oleh antivirus yang anda gunakan.


Nama antivirus
Cara mengirim sampel
AhnLab
Website: https://global.ahnlab.com/en/site/support/virusreport/virusReport.do
Avast
Website:
https://www.avast.com/report-malicious-file.php
Email:
virus@avast.com
Avira
Website:
https://analysis.avira.com/en/submit
Email: virus@avira.com
AVG
Website:
https://www.avast.com/report-malicious-file.php
Keterangan: sama dengan Avast karena AVG sudah menjadi milik Avast
Bitdefender
Website:
https://www.bitdefender.com/submit/
ClamAV
Website:
https://www.clamav.net/reports/malware
Comodo
Website:
https://www.comodo.com/home/internet-security/submit.php
Dr.Web
Website:
https://vms.drweb.com/sendvirus/?lng=en
e-Scan
Website: https://www.escanav.com/en/support/submit-false-positives.asp
Emsisoft
Website: https://www.emsisoft.com/en/support/submit/
F-Secure
Website:
https://www.f-secure.com/en/web/labs_global/submit-a-sample
Fortinet
Website:
https://submission.fortinet.com
G-Data
Website: https://su.gdatasoftware.com/us/sample-submission/
Immunet
Anda bisa mengirim via website ClamAV (cara mengirimna sama dengan ClamAV):
https://www.clamav.net/reports/malware
Lavasoft AdAware
Website: https://www.adaware.com/submit-a-malware
McAfee
Email: virus_research@avertlabs.com
Microsoft
Website: https://www.microsoft.com/security/portal/submit.aspx
Kaspersky
Website: https://virusdesk.kaspersky.com/
NOD32/ESET
Website: Email: samples@eset.com
Panda
Email: virussamples@pandasecurity.com
PC Media Antivirus (PCMAV)
Website: www.virusindonesia.com
Smadav
Website: www.smadav.net
Sophos
Website: https://secure2.sophos.com/en-us/support/contact-support.aspx
Symantec/Norton
Website: https://www.symantec.com/security-center/submit-virus-samples
TrendMicro
Email: virusresponse@trendmicro.com
Zone Alarm
Sama dengan Kaspersky, karena ZoneAlarm menggunakan engine antivirus milik Kaspersky:
https://virusdesk.kaspersky.com/



Penulis hanya membuat daftar di atas berdasarkan antivirus-antivirus apa saja yang banyak digunakan oleh pengguna di Indonesia.
Mohon diingat agar jika anda memilih pilihan email untuk mengompress file itu menjadi file ZIP atau RAR dengan password “infected” (tanpa tanda petik). Hal ini dimaksudkan agar email tidak dicegah pengirimannya oleh penyedia alamat email dan bisa sampai ke virus analyst di perusahaan antivirus yang bersangkutan.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Jumat, 30 Juni 2017

NAMA-NAMA ALIAS JALAN DI SEMARANG

http://stock-image.mediafocus.com/images/preview/


Penulis sering sekali menjumpai supir taksi, tukang ojek online dan kurir pengiriman baru tidak mampu menemukan tempat tertentu karena orang itu hanya memiliki nama wilayah saja dan jika dicek di Google Maps tidak ada nama itu di Semarang. Jika ditelusuri sebenarnya nama wilayah itu memiliki nama jalan yang resmi. Berikut ini adalah nama-nama jalan yang memiliki nama alias.
1. Jalan D.I.Pandjaitan dan sekitarnya alias Kampung Kali.
2. Jalan Sriwijaya dan sekitarnya alias Tegalwareng
3. Jalan Gatot Subroto dan sekitarnya alias Krapyak
4. Jalan Brigjen Katamso dan sekitarnya alias Milo
5. Jalan Wotgandul Timur alias Cap Kao King
6. Jalan Soekarno Hatta dan sekitarnya alias Tlogosari
7. Jalan Jendral Sudirman alias Siliwangi alias Karangayu
8. Jalan Kartini alias Pasar Burung
9. Jalan Gang Warung alias Pasar Semawis.
10. Jalan sekitar kali Mberok alias Mberok.
11. Jalan Kyai Saleh alias Mbergota
12. Jalan Majapahit alias Pedurungan
13. Jalan Sebandaran gang 1 alias Se Ong
14. Jalan MT. Haryono alias Mataram
15. Jalan MT. Haryono di sekitar Java Mall alias Peterongan
16. Jalan Pemuda alias Bodjong.
 Demikian nama-nama jalan yang penulis ketahui sampai tulisan ini dibuat. Semoga bermanfaat terutama jika anda sopir atau orang luar Semarang. Terima kasih.

Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

PUSAT BISNIS DI SEMARANG

Salah satu pusat bisnis Semarang
Sering kali penulis menemui orang yang bingung mencari sesuatu padahal ia orang Semarang. Kebanyakan dari mereka belum mengetahui kawasan-kawasan tempat khusus di mana toko-toko banyak berjajar dengan jualan yang hampir mirip. Berikut ini adalah kawasan-kawasan atau nama jalan-jalan di Semarang yang berisi toko dengan bisnis yang mirip dan merupakan pusat bisnis barang-barang tersebut.
1. Perangkat keras seperti palu, tang, paku ada di Jalan Agus Salim.
2. Ekspedisi/kurir di sepanjang Jalan R.E. Martadinata, kawasan Pergudangan LIK, Terboyo, Jalan Gatot Subroto.
3. Onderdil suku cadang motor, vespa, mobil di sepanjang Jalan Jendral Sudirman.
4. Suku cadang sepeda dan jual sepeda di Jalan Depok.
5. Makanan di hari Jumat, Sabtu, Minggu malam di Jalan Gang Warung.
6. Makanan di malam hari di sepanjang Jalan Wotgandul Timur, Wotgandul Barat dan Gang Pinggir.
7. Mall, pedagang kaki lima di sepanjang jalan Simpang Lima.
8. Kantor bank di Jalan Gang Tengah, Gang Besen.
9. Suku cadang mesin cuci, AC, dll di sepanjang Jalan Agus Salim.
10. Bearing di Jalan Gajahmada, sebelah Super Penyet.
11. Keramik, Cat di sepanjang Jalan Pekojan.
12. Kantor pemerintah di Jalan Pemuda.
13. Pusat bubut di dekat gapura Semarang Indah.
14. Pusat Dempul di Jalan Pamularsih
15. Pusat toko mas di Jalan KH. Wahid Hasyim
16. Toko oleh-oleh di Jalan Pandanaran
17. Parfum eceran di Jalan Kauman
18. Las karbit di Jalan D.I. Pandjaitan.
19. Toko elektronik, listrik di sepanjang Jalan MT. Haryono.
20. Kayu, mebel di Jalan Kokrosono
21. Tekstil di Sekitar Jalan KH. Wahid Hasyim
22. Alat-alat sembahyang agama Islam di Jalan Kauman.
23. Alat-alat sembahyang agama Kristen, Katolik di dalam gereja masing-masing.
24. Alat-alat sembahyang agama Buddha di Jalan Wotgandul Timur.
25. Springbed, kasur, mebel di sekitar Jalan Pattimura.
Tempat-tempat di atas adalah beberapa pusat-pusat bisnis yang penulis ketahui. Jika ada tambahan lagi, mungkin penulis akan menambahkan pada artikel itu.
Jika pembaca ada tambahan, bisa menambahkan di kolom komentar di bawah ini.\

Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.

Minggu, 05 Februari 2017

Media penyebaran virus komputer



Penulis sering sekali ditanya sumber virus itu dari mana saja? Maksud dari pengguna sebenarnya adalah media apa saja yang bisa digunakan virus untuk masuk ke komputer kita. Melalui artikel ini penulis ingin menjabarkan menggunakan media apa mereka menyebar.
Virus-virus komputer banyak macamnya, penyebarannya pun melalui banyak cara. Berikut ini beberapa cara penyebaran virus.
1. Removable media
Virus menyebar lewat removable media di Indonesia sebenarnya sudah sejak lama dikenal, sejak zaman virus Brontok yang menyebar lewat disket. Namun untuk virus modern lebih banyak menyebar lewat removable media seperti flashdisk, Harddisk eksternal, memori eksternal. Hal initerjadi karena ukuran removable media yang kompak yang memudahkan pengguna untuk memindahkan data ke komputer mana saja yang memungkinkan virus itu menyebar dengan lebih cepat. Di Indonesia, virus paling banyak menyebar menggunakan metode ini.
2. Website
Virus tipe ini menyebar lewat website. Biasanya pengguna mengunduh sesuatu, namun ada program tambahan yang ikut terunduh, kemudian diam-diam terinstall din komputer kita. Kemudian, ada juga pengguna mengklik iklan tertentu, kemudian masuklah virus itu ke komputer kita. Ada juga yang secara diam-diam masuk ke komputer kita dengan kita mengunjungi website yang telah terinfeksi.
3. Email
Virus tipe ini dikenal dengan istilah email worm. Menyebar melalui email yang pengirimnya tidak diketahui atau menyerupai alamat email dari orang yang kita kenal. Virus ini biasanya digunakan lebih banyak pada kalangan bisnis untuk mencuri identitas, melakukan mata-mata, mencuri kresedensial bank, dll.
4. Social media
Belakangan ini muncul virus yang menyebar melalui social media. Biasanya pengguna tiba-tiba dikirimi link website dengan kata-kata yang menarik, seperti tentang pornografi. Jika pengguna mengklik link itu, maka pengguna mengunduh dan menginstall virus itu secara otomatis di dalam komputer maupun akun social media pengguna.
5. Store bukan official
Di dunia Android dan iPhone banyak sekali pengguna yang akhirnya terinfeksi karena pengguna menginstall aplikasi bukan dari toko resminya, seperti Google PlayStore. Kemudian kebanyakan dari mereka tidak menginstall antivirus, padahal banyak sekali virus yang bisa menyebar di Android dan iPhone.



Catatan: Jika anda ingin menyalin/melakukan copy-paste artikel di atas harap sertakan link halaman website ini.